Logo IPI  
Journal > PHARMACIANA > Aktivitas Antioksidan Ekstrak Andrographis Paniculata (Burm.F.) Ness Dengan Dua Perbedaan Penguapan

 

Full Text PDF (601 kb)
PHARMACIANA
Vol 6, No 1 (2016): Pharmaciana
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Andrographis Paniculata (Burm.F.) Ness Dengan Dua Perbedaan Penguapan
Rais, Ichwan Ridwan ( Universitas Ahmad Dahlan)
Article Info   ABSTRACT
Published date:
14 Apr 2016
 
Andrographis paniculata (Burm.f.) Ness atau sambiloto adalah obat tradisional asli Indonesia yang megandung flavonoid aktif. Senyawa ini memiliki potensi sebagai antioksidan, antibakteri, dan antiinflamasi. Flavonoid termasuk salah satu kelompok fenolik yang spesifik memberikan warna kuning dengan AlCl3 atau uap amoniak dan mudah dideteksi pada lapis tipis dan larutan. Flavonoid mengandung ikatan rangkap terkonjugasi yang mampu menyerap sinar monokromator spektrofotometer. Kemampuan menyerap ini dapat berkurang karena pengaruh panas dan oksidasi. Faktor panas dapat kita temui saat menguapkan pelarut menggunakan penguap konvensional dengan panas untuk mendapatkan ekstrak kering. Salah satu alat model ini adalah rotary evaporator. Cara penguapan lain, liofilisasi adalah alternatif untuk menguapkan pelarut tanpa pemanasan. Cara ini menggunakan alat yang dikenal freeze dryer. Telah dilakukan penelitian pengaruh perbedaan dua cara penguapan ekstrak sambiloto pada aktivitas antioksidan menggunakan metode penentuan nilai IC50 penghambatan aktivitas oksidan DPPH. Hasilnya menunjukkan cara penguapan freeze dryer dengan rendemen ekstrak 17,06% dan nilai IC50 sebesar 585,730 µg/mL lebih baik dibanding rotary evaporator dalam kemampuan menguapkan pelarut dan aktivitas antioksidan. Kata kunci: Flavonoid, rotary evaporator, freeze dryer, Andrographis paniculata (Burm.f.) Ness
Copyrights © 2016